Tips

Yuk Lakukan 2 Hal Ini agar Kue Tidak Mudah Pecah Saat Dipanggang!

02 January 2026
3 min read

Memanggang kue terlihat sederhana, tetapi prosesnya sebenarnya cukup sensitif. Banyak orang yang sudah mengikuti resep dengan teliti, namun tetap mendapati permukaan kue mereka retak atau pecah saat keluar dari oven. Masalah ini ternyata bisa disebabkan oleh hal-hal kecil yang sering tidak disadari. Kabar baiknya, ada dua langkah utama yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan risiko kue pecah: mengatur suhu oven dengan benar dan mengelola adonan secara tepat.

1. Atur Suhu Oven dengan Benar

Suhu oven memegang peranan paling penting dalam menentukan hasil kue. Oven yang terlalu panas akan membuat bagian luar kue cepat mengeras dan mengembang, sementara bagian dalamnya masih mentah dan belum siap mengikuti proses pemuaian. Ketidakseimbangan inilah yang membuat permukaan kue retak.
Idealnya, sebelum memanggang, pastikan oven benar-benar sudah dipanaskan selama 10–15 menit. Gunakan termometer oven jika kamu sering mengalami masalah suhu yang tidak stabil, karena beberapa oven rumahan sering menunjukkan suhu yang tidak sesuai dengan angka pada panelnya.

Selain itu, jangan ragu untuk menurunkan suhu sebesar 10–20 derajat dari resep ketika kamu menggunakan oven dengan panas tinggi atau ruang oven kecil. Kue yang dimasak pada suhu stabil akan mengembang perlahan, merata, dan tidak menekan permukaan hingga menyebabkan retakan.

2. Kelola Adonan dengan Tepat

Selain suhu oven, kondisi adonan juga memengaruhi apakah kue akan pecah atau tidak. Adonan yang terlalu banyak udara di dalamnya bisa menyebabkan permukaan kue naik dengan cepat lalu runtuh atau pecah. Hal ini biasanya terjadi karena proses mixing yang terlalu lama atau kecepatan mixer yang terlalu tinggi.

Untuk menghindari hal ini, pastikan kamu mengaduk adonan hanya sampai bahan tercampur rata (mix until just combined). Teknik ini membantu kue mengembang lembut dan stabil.
Perhatikan juga konsistensi adonan. Jika terlalu kental, kue cenderung mengembang tidak merata dan menciptakan tekanan dari dalam yang dapat memicu retakan. Jika terlalu cair, kue bisa mudah runtuh. Ikuti takaran resep, gunakan bahan yang berkualitas, terutama tepung terigu yang tepat jenisnya.

Tepung terigu protein sedang biasanya menjadi pilihan terbaik untuk cake atau kue yang mengandalkan tekstur lembut. Tepung inilah yang membantu adonan mengembang stabil tanpa menciptakan struktur gluten yang terlalu kuat. Jika kamu ingin kualitas tepung terigu yang konsisten, pilih produk yang sudah teruji dalam industri seperti yang tersedia di agrofood.id.

Tips Tambahan agar Kue Tidak Pecah

Selain dua langkah utama di atas, ada beberapa trik tambahan yang bisa membantu:

  • Jangan membuka oven di 10–15 menit pertama. Ini waktu paling krusial untuk proses set pada permukaan kue.

  • Gunakan loyang yang sesuai ukuran, jangan terlalu kecil karena adonan yang terlalu penuh akan cenderung pecah.

  • Letakkan loyang di rak tengah agar panas merata dari atas dan bawah.

  • Gunakan kertas panggang untuk menjaga kelembapan permukaan kue.

Dengan melakukan dua langkah utama—mengatur suhu oven dengan tepat dan mengelola adonan dengan benar—serta mempraktikkan beberapa tips tambahan di atas, risiko kue pecah saat dipanggang bisa berkurang drastis. Memanggang kue memang butuh perhatian detail, tetapi semakin sering kamu melakukannya, semakin mudah kamu memahami karakter oven dan adonanmu sendiri.

Dan jangan lupa, kualitas bahan baku, terutama tepung terigu, juga sangat berpengaruh. Untuk tepung terigu dan bahan pangan berkualitas, kamu bisa cek pilihan lengkapnya di agrofood.id.

CTA:
👉 Temukan tepung terigu dan bahan baking berkualitas untuk hasil kue yang lebih stabil hanya di agrofood.id